Indonesia
Muslim Indonesia
Total Tayangan Halaman
Senin, 18 Juni 2018
Rabu, 29 Maret 2017
Kok Musik Haram?
Apa tidak termasuk berlebih-lebihan orang yang mengharamkan musik? kok bisa sesuatu yang nyaman...yang menghantarkan tidur kita...yang membuat hati ini tenang...ini dikatakan haram. Pendapat dari mana ?
Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala Rasulillah.
Kita semua sudah pada setuju, Bahwasanya hakikat kita hidup dunia tidak lain hanyalah untuk menuruti segala apa yang diperintahkanNya dan menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Ketika akan mengetahui hukum suatu hal..dipastikan rujukannya mesti Al-Qur'an dan Hadits. Oleh karena itu timbul pertanyaan..
Kita semua sudah pada setuju, Bahwasanya hakikat kita hidup dunia tidak lain hanyalah untuk menuruti segala apa yang diperintahkanNya dan menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Ketika akan mengetahui hukum suatu hal..dipastikan rujukannya mesti Al-Qur'an dan Hadits. Oleh karena itu timbul pertanyaan..
1. Adakah ayat Al -Qur'an yg mengharamkan musik? Jawabannya: Ya, ada!
"Dan sebagian dari manusia ada yang membeli omong kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah dengan tidak mempunyai pengetahuan, dan ia jadikan (ayat-ayat Allah) itu ejekan, adalah bagi mereka adzab yang hina." (QS. Luqman:6)
Sahabat nabi yakni Ibnu Mas'ud r.a menyatakan bahwa ayat ini mengindekasikan tentang "Nyanyian".
sampai Ibnu Mas’ud r.a mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.” subhanallah..
selanjutnya,
"Dan sebagian dari manusia ada yang membeli omong kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah dengan tidak mempunyai pengetahuan, dan ia jadikan (ayat-ayat Allah) itu ejekan, adalah bagi mereka adzab yang hina." (QS. Luqman:6)
Sahabat nabi yakni Ibnu Mas'ud r.a menyatakan bahwa ayat ini mengindekasikan tentang "Nyanyian".
sampai Ibnu Mas’ud r.a mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.” subhanallah..
selanjutnya,
2. Adakah Hadits shahih yang mengaharamkan musik?
Jawabannya : Ya, ada!
”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” HR. Bukhari, no. 5590
Bagaimana? sudah mantapkah anda untuk meninggalkan anak2 panahnya syaithon (istilah yg dipakai Abu Bakar r.a) ini ?
Jawabannya : Ya, ada!
”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” HR. Bukhari, no. 5590
Bagaimana? sudah mantapkah anda untuk meninggalkan anak2 panahnya syaithon (istilah yg dipakai Abu Bakar r.a) ini ?
-Adapun melatunkan bait syair (nasyid) yang dibolehkan apabila memenuhi beberapa syarat berikut:
1. Bukan lantunan yang mendayu-dayu sebagaimana yang diperagakan oleh para wanita.
2. Nasyid tersebut tidak sampai melalaikan dari mendengar Al Qur’an.
3. Nasyid tersebut terlepas dari nada-nada yang dapat membuat orang yang mendengarnya menari dan berdansa.
4. Tidak diiringi alat musik.
5. Maksud mendengarkannya bukan mendengarkan nyanyian dan nadanya, namun tujuannya adalah untuk mendengar nasyid (bait syair).
6. Diperbolehkan bagi wanita untuk memukul rebana pada acara-acara yang penuh kegembiraan dan masyru’ (disyariatkan) saja.
7. Maksud nasyid ini adalah untuk memberi dorongan semangat ketika keletihan atau ketika berjihad.
8. Tidak sampai melalaikan dari yang wajib atau melarang dari kewajiban
1. Bukan lantunan yang mendayu-dayu sebagaimana yang diperagakan oleh para wanita.
2. Nasyid tersebut tidak sampai melalaikan dari mendengar Al Qur’an.
3. Nasyid tersebut terlepas dari nada-nada yang dapat membuat orang yang mendengarnya menari dan berdansa.
4. Tidak diiringi alat musik.
5. Maksud mendengarkannya bukan mendengarkan nyanyian dan nadanya, namun tujuannya adalah untuk mendengar nasyid (bait syair).
6. Diperbolehkan bagi wanita untuk memukul rebana pada acara-acara yang penuh kegembiraan dan masyru’ (disyariatkan) saja.
7. Maksud nasyid ini adalah untuk memberi dorongan semangat ketika keletihan atau ketika berjihad.
8. Tidak sampai melalaikan dari yang wajib atau melarang dari kewajiban
-Jadi alat musik yg hanya boleh digunakan adalah duf/rebana. dan dipakai hanya pada hari raya/walimah saja. coba cek HR. Ibnu Maajah 3383 .
Berikut penjelasan dari Dr. Zakir Naik https://www.youtube.com/watch?v=9PywY2UH6PM
wallahu a'lam bisshowab
Semoga bermanfaat...
Minggu, 26 Februari 2017
Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya
Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya
Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Allah dan Rasul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap orang …
Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Allah dan Rosul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain
bagi setiap orang di setiap waktu. Macam yang kedua yaitu hijrah dengan
badan dari negeri kafir menuju negeri Islam. Diantara kedua macam
hijrah ini hijrah dengan hati kepada Allah dan Rosul-Nya adalah yang
paling pokok.
Hijrah Dengan Hati Kepada Allah
Allah berfirman, “Maka segeralah (berlari) kembali mentaati Allah.” (Adz Dzariyaat: 50)
Inti hijrah kepada Allah ialah dengan meninggalkan apa yang dibenci Alloh menuju apa yang dicintai-Nya. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang
muslim ialah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan
lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah
orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Hijrah ini meliputi ‘dari’ dan ‘menuju’: Dari
kecintaan kepada selain Allah menuju kecintaan kepada-Nya, dari
peribadahan kepada selain-Nya menuju peribadahan kepada-Nya, dari takut
kepada selain Allah menuju takut kepada-Nya. Dari berharap kepada selain
Allah menuju berharap kepada-Nya. Dari tawakal kepada selain Allah
menuju tawakal kepada-Nya. Dari berdo’a kepada selain Allah menuju
berdo’a kepada-Nya. Dari tunduk kepada selain Allah menuju tunduk
kepada-Nya. Inilah makna Allah, “Maka segeralah kembali pada Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50). Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Laa ilaha illalloh.
Hijrah Dengan Hati Kepada Rosulullah
Allah berfirman, “Maka demi Robbmu (pada hakikatnya) mereka tidak
beriman hingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang
mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan di dalam
hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima
dengan sepenuhnya.” (An Nisaa’: 65)
Hijrah ini sangat berat. Orang yang menitinya dianggap orang yang
asing diantara manusia sendirian walaupun tetangganya banyak. Dia
meninggalkan seluruh pendapat manusia dan menjadikan Rosululloh sebagai
hakim di dalam segala perkara yang diperselisihkan dalam seluruh perkara
agama. Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Muhammad Rosululloh.
Pilihan Alloh dan Rosul-Nya itulah satu-satunya pilihan
Allah berfirman, “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin
dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rosul-Nya
telah menetapkan suatu ketetapan, ada bagi mereka pilihan yang lain
tentang urusan mereka. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan
Rosul-Nya maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al Ahzab:
36)
Dengan demikian seorang muslim yang menginginkan kecintaan Allah dan
Rosul-Nya tidak ragu-ragu bahkan merasa mantap meninggalkan segala
perkara yang melalaikan dirinya dari mengingat Allah. Dia rela
meninggalkan pendapat kebanyakan manusia yang menyelisihi ketetapan
Allah dan Rosul-Nya walaupun harus dikucilkan manusia.
Seorang ulama’ salaf berkata, “Ikutilah jalan-jalan petunjuk dan
janganlah sedih karena sedikitnya pengikutnya. Dan jauhilah jalan-jalan
kesesatan dan janganlah gentar karena banyaknya orang-orang binasa (yang
mengikuti mereka).
(Disadur dari majalah As Sunnah edisi 11/VI/1423 H)
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id
Minggu, 16 September 2012
Tips Nge-Blog
Rasanya dah lama nih gak share di blog pantesan aja sepi hhe.... Ok,
pada kesempatan kali ini saya akan cantumkan beberapa tips untuk
blogging :
- Tentukan tujuanmu membuat blog.
Jika membuat
suatu blog, harus “matuh” jangan mudah bosan! Maka dari itu tentukan
dahulu sebelum membuat blog apakah ingin buat share, diary, bisnis atau
iseng aja?
- Daftarkan blogmu ke SEO
Setelah membuat blog daftarkan blogmu ke SEO ini berguna untuk mempublikasikan blogmu di mesin pencari google.
Langganan:
Komentar (Atom)